Buying A New Car

There are many things that you must consider when buying a new car. Most will have to do with the car itself such as what model to buy- the options you want to add- and the price of the car. However there is one thing that it always pays to check out first- and that is- who are you buying the car from.

CAR INSURANCE FOR LADY DRIVERS

Car insurance companies prefer lady drivers to their gentlemen counterparts because they are considered as much less risky drivers.It is not that the accident rates of ladies are low. They face as many accidents as males do

AUTO LOAN NEW CAR

Is it time to get a new car? Do you want to purchase a new car to replace your current worn down vehicle? If yes is your answer- then you might want to think about your purchase and getting a loan for your new investment

CAR INSURANCE

America has become a culture of cars-SUV's- minivans and sports coupes. With all this traveling in and out- back and forth around the maze that is the United States infrastructure

NEW CAR LEASING TIPS

If you do have an accident with the outside or the inside of the car - you may have to pay for the cost. You will also only be allowed to put on so many miles in your lease period. This is hard for many people that do drive a lot

Selasa, 19 Juli 2011

Marine Acquisition 2D (Akuisisi data seismik laut 2D)

Akuisisi data seismik laut 2D dilakukan untuk memetakan struktur geologi di bawah laut dengan menggunakan peralatan yang cukup rumit seperti: streamer, air gun, perlengkapan navigasi dll.

Skema akuisisi marin 2D dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Dalam praktiknya akuisisi seismic marin terdiri atas beberapa komponen: kapal utama, gun, streamer, GPS, kapal perintis dan kapal pengawal dan kadang-kadang perlengkapan gravity (ditempatkan di dalam kapal) dan magnetik yang biasanya ditempatkan 240 meter di belakang kapal utama (3 meter di dalam air)


Didalam kapal utama terdapat beberapa departemen: departemen perekaman (recording), navigasi, seismic processing, teknisi peralatan, ahli komputer, departemen yang bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan kerja, departemen lingkungan, dokter, juru masak, dan kadang-kadang di lengkapi dengan departemen survey gravity dan magnetik, dll. Jumlah orang yang terlibat dalam keseluruhan operasi berjumlah sekitar 40 orang.

Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, selama operasi ini disertai pula dua buah kapal perintis (chase boat) yakni sekitar 2 mil di depan kapal utama. Selain bertanggung jawab membersihkan lintasan yang akan dilewati (membersihkan rumpon, perangkap ikan, dll) , kapal perintis bertugas untuk menghalau kapal-kapal yang dapat menghalagi operasi ini. Selain itu di belakang streamer, terdapat juga sebuah kapal pengawal.

Operasi akuisisi data seismik memakan waktu dari mulai beberapa minggu sampai beberapa bulan, tergantung pada 'kesehatan' perangkat yang digunakan, musim, arus laut, dll.

Mengingat mahalnya operasi data akuisisi (mencapai 150 ribu dollar per hari, dalam operasi 3D bisa mencapai 250 ribu dollar per hari!) maka Quality Control dari operasi ini harus betul-betul diperhatikan, seperti apakah semua hidrophon bekerja dengan baik, apakah air gun memiliki tekanan yang cukup, apakah streamer dan air gun berada pada kedalaman yang dikehendaki, apakah feather tidak terlalu besar, dll.

Beberapa parameter geofisika yang dipakai dalam akuisisi marin adalah sbb (contoh):
Record length: 9500ms
Sample rate: 2ms
Start of data: 50ms
Low cut filter: 3 Hz/ 6dB
Hi Cut filter: 200Hz @ 370dB / Octave
Tape format: Demux SEGD rev 1, 8058
Polarity: first break is negative
Shot point interval 25 m
No of streamer: 1
Streamer length: 8100m
Number of channels: 648
Group interval: 12.5 m
Operating depth: 7 m +/- 1m
Offset CSCNG (inline) 125m (center of source to center of near group)
Array volume: 4140 cu inc
Operating pressure: 2000 psi +/- 10%
Array configuration: 3 strings (each string = 9 segments)
Array separation: 15 m
Source depth: 6m +/- 1m
Center source to nav. mast: 185m




Gambar dibawah menunjukkan ruang kerja seismic recording, navigasi dan processing…



Serta stasiun perangkat kerasnya…




Streamer…yang dilengkapi dengan hydrophone, ADC (Analog to digital converter dan bird yang berperan untuk mengatur posisi dan kedalaman streamer). Diameter streamer sekitar 7 cm dengan panjangnya bisa mencapai 10km. Bagian hitam dari gambar ini menunjukkan perangkat ADC.




Bird...mengatur kedalaman dan posisi streamer...




Air gun...dengan tekanan mencapai 2000psi...sangat berbahaya! bandingkan dengan ban mobil anda yang ’hanya’ 30-an psi! Bagian kuning dan hitam (seperti roket) hanyalah untuk pelampung. Bagian ’air gun’ adalah selinder logam yang menggantung padanya.




Saat perekaman berbagai aspek dimonitor secara dinamik.
Seperti rekaman setiap shot, apakah ada tras seismik yang mati?, penampang single channel dan signature sumber....




Kedalaman air gun....tekanan dll. Apakah ada loss compression ? Gambar di bawah menunjukkan terdapat 3 array air gun dengan masing-masing array terdiri atas 9 kompartemen.



Level ambient noise….akibat arus laut, deru mesin kapal, baling-baling, dll. (merah menunjukkan tinggi dan biru menunjukkan rendah)




Navigasi…bertugas untuk memastikan bahwa akuisisi data seismik berada pada lintasan yang dikehendaki. Disamping itu mereka juga memberikan informasi tentang feather akibat arus laut yang biasanya diterima dibawah 10° dan juga meminta kapten kapal mengatur kecepatan kapal, yang biasanya dibawah 5 knot.




Dan lain..lain…sampai memperhatikan kelangsungan makhluk laut yang satu ini…
Kehadiran mereka dilaporkan oleh Marine Mammal Observer yang hadir selama akuisisi seismik ...jika dilaporkan terdapat mamalia laut, tembakan air gun dihentikan untuk sementara waktu, walaupun ribuan dollar melayang!



Data Teoritis Topografi

Data teoritis diperoleh dari hasil perhitungan yang nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam pengukuran di lapangan. Data yang diperoleh adalah trace awal dan trace akhir yang diberikan oleh klien dengan koordinat yang telah ditentukan. Dari trace awal dan trace akhir tersebut kemudian dibuat trace-trace penghubung dengan menggunakan perhitungan berikut:
1. Menentukan besar sudut azimut (α) dari trace awal (A)
2. Kemudian lintasan tersebut dibagi dalam jarak d = 30 m (jarak antar trace), dan diperoleh nilai x dan y untuk setiap trace dalam lintasan.



Dimana:
A : Trace awal
B : Trace akhir
1 : Trace pertama dengan jarak 30 m dari A


Data teoritis dapat dihitung dengan menggunakan Microsoft Exel, kemudian hasilnya dimasukkan ke dalam program Autocad, dan setelah itu dapat ditampilkan sebagai peta navigasi. Data teoritis dimasukkan ke dalam memory card yang terpasang pada total station. Data teoritis tersebut kemudian digunakan sebagai acuan tim survei topografi dalam melakukan pengukuran.

Pengukuran Topografi

Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode stake out, dengan menggunakan electronic total station (ETS). Metode ini menempatkan posisi titik-titik di lapangan berdasarkan data koordinat teoritis. Pengukuran terikat pada titik-titik kontrol, hal ini bertujuan untuk menjaga agar titik-titik tersebut tidak melenceng terlalu jauh dangan koordinat teoritisnya.
Pada pengukuran lintasan baru, penentuan titik dilakukan dengan menjadikan titik BM terdekat sebagai titik ikat. Pengukuran arah dan jarak patok didapat dari pembacaan pada ETS yang merupakan posisi dari stick prisma. Stick prisma ditempatkan pada posisi sesuai dengan koordinat teoritik. Selama pengukuran kita menggunakan tiga buah stick prisma, satu buah untuk back shoot, satu untuk fore shoot, dan satu untuk point shoot. Back shoot dan fore shoot dalam posisi diam sedangkan point shoot bergeser sesuai dengan titik-titik yang ingin diukur. Setelah itu posisi fore shoot dijadikan sebagai posisi ETS, atau biasa disebut dengan sentring paksa. Sedangkan posisi ETS sebelumnya dijadikan posisi back shoot.
Data yang diambil adalah berupa jarak miring, karena dari jarak miring kita bisa memperoleh ketinggian. Dilakukan pengukuran azimut matahari minimal sebanyak satu kali pada awal atau akhir pengukuran. Tujuan pengamatan azimut adalah untuk mengontrol koreksi pengukuran pada hari itu.
Stake out koordinat merupakan kegiatan utama di lapangan pada survei topografi. Pada pekerjaan ini digunakan alat Sokkia SET303R, di mana alat ini digunakan untuk menentukan titik-titik trace dan shoot point di lapangan yang datanya bersumber dari koordinat teoritik. Selain itu ditentukan juga elevasi dari MSL untuk titik-titik trace dan shoot point. Biasanya untuk membedakan antara trace dan shoot point digunakan patok yang berbeda. Untuk trace patok yang digunakan adalah berwarna biru sedangkan untuk sp patoknya berwarna merah.


Selanjutnya untuk start dan ending koordinat line sudah ditentukan oleh client, kemudian selanjutnya dapat ditentukan jumlah source dari koordinat yang diberikan oleh client. Biasanya untuk source pada 2D hanya ada pada SP ganjil. Akan tetapi apabila medan yang akan dilewati tidak memungkinkan diproduksi SP ganjil (seperti perkampungan, sungai, dan sebaginya) maka dibuat SP genap untuk kompensasi SP yang hilang, sehingga jarak antara SP normal dengan SP kompensasi menjadi 30 m. Secara geometrik perbedaan antara seismik 3D dan 2D terletak pada penempatan source dan trace. Untuk 2D source dan trace terletak pada satu line, sedangkan pada 3D source dan trace terletak pada line yang berbeda, di mana terdapat Source Line (SL) dan Receiver Line (RL).
Untuk optimalisasi pengukuran maka awal pengukuran (start line) tidak dilakukan di awal atau akhir line. Hal ini disebabkan belum tersedianya akses menuju awal atau akhir line. Untuk mengatasi hal tersebut maka ada beberapa cara yang dilakukan, di antaranya:
1. Pengukuran traverse. Pengukuran ini pada dasarnya adalah membuat suatu poligon terikat sempurna dari titik-titik GPS yang sudah diamati, di mana titik tersebut dijadikan kontrol. Penempatan titik-titik traverse ditempatkan sepresisi mungkin dengan perpotongan line, untuk memudahkan start line.
2. Translock koordinat. Pada prinsipnya proses ini sama dengan pengikatan ke muka pada poligon, di mana ditentukan 2 buah titik GPS yang sudah fix untuk dijadikan titik ikat dalam menentukan titik translock.
Sebelum melakukan pengukuran topografi, terlebih dahulu dilakukan koordinasi dengan departemen maupun sub pekerjaan yang lain, terutama yang waktu pekerjaannya berdekatan dengan pengukuran topografi, seperti rintis, bridging dan drilling. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi “kejar-kejaran” waktu pekerjaan apalagi sampai terjadi overlap waktu pekerjaan. Setelah didiskusikan maka dibuat program dari pengukuran topografi, yang selanjutnya akan diikuti oleh rintis, bridging, drilling, dan recording. Departemen Topo juga melakukan pendampingan terhadap departemen yang lain seperti penjelasan akses lokasi, eksistensi patok-patok trace dan Sp, sampai terjadinya offset dan kompensasi.
Secara teknis sebelum melakukan pengukuran stake out, maka terlebih dahulu dilakukan pengukuran sunshot untuk medefinisikan azimuth awal dari titik start line. Selanjutnya dilakukan pengukuran stake out, di mana koordinat teoritik yang sudah ada dan dimasukkan pada memory alat dan “dipanggil” untuk menentukan koordinat trace dan shoot point di lapangan. Titik-titik trace dan shoot point ditentukan dari titik-titik ikat poligon yang sudah fix atau dengan kata lain titik-titik poligon ini adalah titik-titik kerangka dasar utama. Pada sesi akhir pengukuran dilakukan kembali sun shot sebagai kontrol azimuth akhir. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya distorsi dari line yang diukur.


Selanjutnya pada waktu pengukuran ketika terjadi perpotongan antar line (crossing) maka pengukuran diikatkan pada titik fix line tersebut. Hal ini dilakukan untuk memperoleh koordinat titik-titik ikat tersebut melalui proses perataan. Sedangkan pada proses stake out koordinat seismik 3D pengukuran dilakukan dari start line yang kemudian diikatkan dalam 1 blok, untuk mendapatkan koordinat titik-titik blok dari tiap loop. Blok-blok ini biasanya dipisahkan atas beberapa swath sesuai dengan banyaknya SL dan RL. Biasanya lebar blok ini disesuaikan dengan ketelitian jarak. Jadi, setiap ketelitian tutupan blok berbanding terbalik dengan jaraknya, di mana apabila jarak blok panjang maka koreksinya kecil, sedangkan apabila jarak blok pendek, maka koreksinya besar. Sebisa mungkin blok ini menutup pada tiap-tiap ujung SL dan RL supaya koordinat titik-titik blok yang dihasilkan lebih bagus.
Pada waktu pengukuran dilakukan juga penanaman BM seismik. BM ini dibuat untuk merekonstruksi titik-titik line yang dibutuhkan ataupun ketika ada program pengembangan survei. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam penentuan BM seismik ini adalah:
- Distribusi BM merata (mengcover) keseluruhan line.
- Akses jalan menuju BM.
- Melakukan pensosialisasian kepada masyarakat sekitar bahwasannya BM tersebut sangat penting dan tidak boleh diganggu, bahkan kalau perlu diberikan sanksi apabila ada yang mengganggu.
Hal lain yang tak kalah penting pula adalah dalam hal pemasangan. BM seismik dipasang berpasangan, baik itu dengan BM GPS maupun dengan sesama BM seismik sendiri. Hal ini dilakukan untuk pendefinisian datum apabila akan dilakukan rekonstruksi.

RINTIS DAN BRIDGING PADA SEISMIC

Rintis dan bridging bertujuan untuk mempermudah akses di lintasan yang akan dilalui. Dilakukan sepanjang lintasan atau jalan akses menuju lintasan dengan lebar rintisan maksimum 2 m, dengan seminimal mungkin membuat kerusakan di sepanjang rintisan. Bridging dilakukan apabila lintasan melewati sungai, kanal, lembah, atau rawa.
Terdapat dua macam titian atau bridging, yaitu on the fly (melayang di atas tanah) dan on the ground (menapak pada tanah). Kualitas bridging harus baik karena sangat berpengaruh pada pengerjaan drilling dan recording.
Kreiteria-kriteria bridging, baik on the fly maupun on the ground, yang bagus adalah:
1. Pijakan diameter kayu 15 cm.
2. Tangan-tangan diameter kayu 8 cm.
3. Siku-siku (Skor) diameter kayu 10 cm.
4. Anti slip diameter kayu 5 cm
5. Siku-siku (skor) dipasang setiap 2m.
6. Anti Slip dipasang setiap 1m.
7. Semua terpasang kokoh atau kuat.


Untuk daerah yang menanjak akan dibuat tangga atau step. Kriteria-kriteria step yang abik adalah:
1. Pijakkan diameter kayu 15 cm.
2. Tangan-tangan diameter kayu 8 cm.
3. Siku-siku (skor) diameter kayu 10 cm.
4. Anak tangga diameter kayu 10 cm.
5. Jarak anak tangga 25 cm.
6. Semua terpasang kokoh atau kuat.


Adapun bentuk-bentuk lain dari bridging biasanya disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, di antaranya Platform (untuk penyimpanan pipa drilling), jembatan (bridging yang melewati sungai), dan Jety (dermaga dari kayu-kayu untuk berlabuh, biasanya di tepi sungai).



Untuk mekanisme kontrol kualitas dari bridging, maka dilakukan pengecekan di lapangan oleh checker. Checker ini bertugas menginventarisir dan menilai eksistensi bridging di lapangan. Adapun kriteria dari penilaian ini berdasarkan ketetapan-ketetapan yang telah disepakati. Parameter-parameter penilaian ini terdiri dari:
1. Good; Suatu bridging dikatakan good apabila bridging yang ada di lapangan > 90% sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
2. Fair; Suatu bridging dikatakan fair apabila bridging yang ada di lapangan cukup kuat menahan aktivitas yang akan terjadi, padahal dilihat dari ketentuan tidak seluruhnya terpenuhi seperti anti slip dan kayunya kurang dari ketentuan. Untuk nilai kuantitatif kondisi fair digolongkan antara 75-90 %.
3. Poor; Suatu bridging dikatakan poor apabila bridging yang ada di lapangan tidak mampu menahan aktivitas yang akan terjadi, dan sangat rentan untuk menimbulkan kecelakaan, seperti kayunya kurang dan tidak dipaku. Untuk nilai kuantitatif dari poor digolongkan < 75%.

PERALATAN DRILLING PADA SEISMIC PROJECT


Peralatan yang digunakan oleh seismic drilling diantaranya adalah:

A. Mesin Power Rig
Adalah mesin pemutar bor yang digunakan pada pemboran. Mesin ini sesuai untuk melakukan pengeboran dengan kedalaman 22 sampai 30 m. Membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak. Dapat menembus batuan lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan rotari.

B. Mesin Dephi Pump
Alat ini berfungsi untuk menyedot air dan mengalirkannya ke lokasi pengeboran.

C. Mesin Mud Pump
Mud Pump berfungsi untuk menyedot air yang bercampur dengan cutting pemboran dan mengalirkannya menuju pipa bor. Lumpur ini berfungsi untuk menekan tanah agar gembur, mengangkat cutting hasil pengeboran dan melindungi mata bor agar tidak bergesekan langsung dengan batuan. Jika lubang bor sangat dalam, maka mesin mud pump dapat dirangkai secara seri untuk memperbesar tekanan.

D. King Swivel
Alat ini digunakan untuk menyambung selang dari mud pump ke pipa bor. King swivel tidak dilakukan pada pengeboran dengan menggunakan power rig dan Jackro. King swivel digunakan pada pengeboran dengan metode flushing.

E. Pipa Bor
Pipa bor berguna untuk mengalirkan air atau lumpur ke dalam lubang bor selama pengeboran. Pipa bor memiliki panjang 1,5 m dengan persambungan pada kedua ujungnya.

F. Mata Bor
Mata bor berguna untuk mengikis tanah atau batuan pada lubang bor. Pada mata bor terdapat lubang untuk mengalirkan air atau lumpur.

G. Tripus
Tripus adalah mata bor khusus yang terbuat dari intan kasar. Mata bor ini digunakan untuk menghancurkan batuan keras, tetapi tidak bisa bekerja pada batuan halus atau tanah lembut.

H. Kunci Inggris
Alat ini digunakan untuk menyambung dan melepaskan pipa bor. Selain itu juga difungsikan untuk mengangkat dan melepaskan pipa bor.

I. Fire Hose
Fire Hose adalah selang air yang digunakan untuk mengalirkan air ke tempat pengeboran.

J. Polimer
Polimer digunakan untuk menghindari terjadinya keruntuhan pada dinding lubang bor. Cairan ini digunakan dengan cara mencmpurkannya dengan air atau lumpur yang akan dimasukkan ke dalam pipa bor. Cairan ini sangat dibutuhkan terutama pada tanah yang berpasir.

K. Ginagol
Alat ini digunakan untuk menyaring air atau lumpur yang akan dimasukkan ke dalam pipa bor.

L. Lastok
Alat ini berupa pipa yang digunakan untuk memasukkan bahan peledak ke dalam lubang pengeboran. Lastok terbuat dari bahan alumunium untuk menghindari timbulnya api, yang dapat menyulut bahan peledak, akibat gesekan.

M. Dummie Load
Dummie load berfungsi untuk memeriksa kebersihan dan kedalaman lubang bor. Dummie load memiliki bentuk silinder panjang yang memiliki diameter hanya sedikit lebih kecil dari pada diameter lubang bor.

N. Daya Gel
Daya Gel adalah salah satu jenis bahan peledak yang berbentuk gel. Daya Gel berbentuk batang dengan panjang 0,25 m, diameter 3 inci, dan berat 0,5 kg. Daya Gel dikemas dalam plastik dan diberikan lapisan lilin agar terlindungi dari air. Daya Gel merupakan bahan peledak pasif karena membutuhkan stimulant dari detotator agar dapat meledak.

O. Detonator
Detonator adalah bahan peledak aktif yang berfungsi sebagai sumbu ledak. Detonator dapat meledak apabila diberikan tegangan di atas 6 volt. Proses peledakannya adalah sebagai berikut:
- Detonator dimasukkan ke dalam Daya Gel
- Kabel detonator diberikan arus listrik
- Detonator meladak akibat arus listrik tersebut
- Daya Gel meledak karena dipicu oleh ledakan detonator

P. Speedy Loader
Speedy loader berupa plastik berbentuk kerucut yang dipasang bersama Daya Gel dan detonator. Speedy loader berbentuk kerucut di pasang di bagian depan Daya Gel yang berfungsi untuk mempermudah bahan peledak untuk dimasukkan ke dalam lubang bor.

Q. O Ring
O Ring adalah cincin besar yang terbuat dari plastik untuk mengikat kabel detonator. Fungsinya adalah untuk mempermudah dalam mengambil kabel detonator yang ditanam di dalam lubang bor.
R. Anchor
Ancor adalah besi yang dipasang di bagian luar bahan peledak yang berfungsi untuk menahan bahan peledak agar tidak terdorong kelaur lubang bor.

Metoda seismik

Metoda seismik adalah salah satu metoda eksplorasi yang didasarkan pada pengukuran respon gelombang seismik (suara) yang dimasukkan ke dalam tanah dan kemudian direleksikan atau direfraksikan sepanjang perbedaan lapisan tanah atau batas-batas batuan. Sumber seismik umumnya adalah palu godam (sledgehammer) yang dihantamkan pada pelat besi di atas tanah, benda bermassa besar yang dijatuhkan atau ledakan dinamit. Respons yang tertangkap dari tanah diukur dengan sensor yang disebut geofon, yang mengukur pergerakan bumi.

Macam metoda seismik

Terdapat dua macam metoda dasar seismik yang sering digunakan, yaitu seismik refraksi dan seismik refleksi.

Seismik refraksi

Metoda seismik refraksi mengukur gelombang datang yang dipantulkan sepanjang formasi geologi di bawah permukaan tanah. Peristiwa refraksi umumnya terjadi pada muka air tanah dan bagian paling atas formasi bantalan batuan cadas. Grafik waktu datang gelombang pertama seismik pada masing-masing geofon memberikan informasi mengenai kedalaman dan lokasi dari horison-horison geologi ini. Informasi ini kemudian digambarkan dalam suatu penampang silang untuk menunjukkan kedalaman dari muka air tanah dan lapisan pertama dari bantalan batuan cadas.

Seismik refleksi

Metoda seismik refleksi mengukur waktu yang diperlukan suatu impuls suara untuk melaju dari sumber suara, terpantul oleh batas-batas formasi geologi, dan kembali ke permukaan tanah pada suatu geophone. Refleksi dari suatu horison geologi mirip dengan gema pada suatu muka tebing atau jurang.Metoda seismic repleksi banyak dimanfaatkan untuk keperluan Explorasi perminyakan, penetuan sumber gempa ataupun mendeteksi struktur lapisan tanah.

Seismic refleksi hanya mengamati gelombang pantul yang datang dari batas-batas formasi geologi. Gelombang pantul ini dapat dibagi atas beberapa jenis gelombang yakni: Gelombang-P, Gelombang-S, Gelombang Stoneley, dan Gelombang Love.


Sabtu, 11 Desember 2010

Kunci dampak perubahan iklim


Lebih dari separuh penduduk dunia telah membuat rumah mereka di daerah pesisir.

Untuk daerah dataran rendah banyak, para ilmuwan memperingatkan bahwa abad mendatang adalah cenderung melihat kenaikan permukaan air laut yang akan mengubah bentuk garis pantai di seluruh dunia.

Sementara negara-negara industri dapat menghabiskan miliar pada skema perlindungan banjir, banyak negara pulau kecil beresiko menghilang di bawah gelombang.

Tapi berapa air meningkat pada abad mendatang, dan apa faktor pendorong meningkatkan?

Infographic tentang permukaan laut naik
Gletser: Jika gunung gletser dunia dan icecaps meleleh, permukaan air laut akan naik oleh 0.5m diperkirakan
Ekspansi termal: Perluasan lautan pemanasan merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap kenaikan permukaan air laut di abad ke-20, dan saat ini menyumbang lebih dari setengah dari kenaikan diamati pada permukaan air laut
lembar Ice: cadangan ini berisi miliaran ton air beku - jika terbesar mereka (Es Antartika Timur Sheet) mencair, permukaan laut global akan naik oleh estimasi 64m

Mayoritas tingkat kenaikan permukaan air laut global rata-rata sekitar 3mm setiap tahun dari ekspansi termal dari laut.

Sebagai gas rumah kaca menjadi lebih terkonsentrasi, energi banyak panas yang terperangkap di atmosfer. Energi ini diserap oleh lautan di dunia, menyebabkan ia hangat dan berkembang.
grafik

kontributor lain adalah meleleh air dari gletser gunung. Data menunjukkan bahwa rata-rata, salju dan lapisan es di pegunungan dunia telah menurun.

The-off menjalankan meningkatkan volume air yang mengalir ke sungai dan danau, yang pada gilirannya berakhir di laut.

Namun, ada tanda tanya besar atas berapa banyak lapisan es kutub yang luas, yang memiliki potensi untuk memiliki dampak bencana, akan memberikan kontribusi untuk kenaikan permukaan laut di masa depan.

tiga lapisan es di dunia - Greenland, Antartika Barat dan Timur Antartika - adalah badan besar es, yang mengandung miliaran ton air beku.

Saat ini, kontribusi mereka untuk kenaikan muka laut rata-rata relatif kecil. Namun, mereka diproyeksikan untuk menjadi driver utama.

Dalam perusahaan benchmark Laporan Penilaian Keempat (AR4), Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) memproyeksikan kenaikan permukaan laut hingga 43cm pada tahun 2100.

Namun, mengakui bahwa ia tidak dapat memprediksi bagaimana lapisan es akan merespon pemanasan dunia.

Menjelang publikasi AR4, peneliti telah mengumpulkan bukti dari gletser di Greenland dan Antartika bagian mengalir lebih cepat, makan lebih banyak es ke dalam lautan, yang dapat diterjemahkan ke dalam tingkat kenaikan permukaan laut lebih cepat.

Sejak tahun 2007, telah ada lebih banyak lagi penelitian ke dalam dinamika lapisan es, mengakibatkan sejumlah proyeksi diperbarui.
Peta Antartika (Gambar: BBC)

Salah satu ketetapan yang terbaru menunjukkan bahwa permukaan air laut cenderung meningkat sekitar 1.4m (4ft 6in) secara global pada tahun 2100 sebagai es di kutub mencair.

Sebuah tinjauan utama perubahan iklim di Antartika oleh tim peneliti internasional mengatakan bahwa laut mempercepat pemanasan yang mencair di bagian barat benua.



Pada akhir abad ini, itu diproyeksikan, lembar mungkin akan kehilangan es saja cukup untuk menaikkan permukaan laut secara global dengan "puluhan sentimeter".

Ia menambahkan bahwa Semenanjung Antartika - strip tanah yang mengarah ke ujung selatan Amerika Selatan - telah dihangatkan sekitar 3C selama 50 tahun terakhir, kenaikan tercepat terlihat di mana saja di belahan bumi selatan.

Tetapi sisa benua tetap memiliki sebagian besar kekebalan dari tren global kenaikan suhu.

Memang, sebagian benua terbesar, Antartika Timur, tampaknya telah didinginkan, membawa peningkatan 10% dalam lingkup lautan es sejak tahun 1980.

Pengamat lain proyek peningkatan permukaan laut global rata-rata sekitar satu meter pada tahun 2100.

Namun ada konsensus ilmiah bahwa tahun 2007 proyeksi IPCC tentang 43cm terlalu konservatif.

Namun, bagi banyak orang perdebatan sejauh mana naik masa depan yang akademis.

Pemimpin negara-negara pulau kecil - terutama di Pasifik Selatan - takut untuk nasib populasi mereka.

Bahkan peningkatan kecil akan mengakibatkan pulau-pulau kecil menghilang di bawah gelombang.